oleh

Rizky Simanjuntak : Industri Perfilman Efektif Dongkrak Pariwisata

Metro26.com | Sejarah, Budaya adalah kekayaan bangsa yang harus tetap dijaga dan dilestarikan, Hal itu yang menjadi motivasi pria berusia (34) tahun, Kelahiran Kota Sibolga ini, mau  berjuang untuk membuat suatu karya di bidang industri kreatif dibidang Film.

Rizky Ibrahim Simanjuntak selaku pelaksana produksi trailer film ketika ditemui awak media mengatakan, Sibolga-Tapteng merupakan daerah yang tak dapat dipisahkan, kedua daerah ini sama-sama memiliki potensi unggul serta memiliki segudang sejarah.

Salah satunya, Kota tua Barus yang terletak di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Di tempat inilah Presiden RI Joko Widodo meresmikan sebuah simbol sejarah yang dinamakan “Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara”  sebagai putra daerah generasi penerus, kita patut mengucap syukur dan bangga, karena kekayaan SDA dan segudang sejarah yang kita miliki ini tidak dimiliki daerah lainnya.

Tititk nol Peradaban Islam ini sendiri tercatat sejak abad ke-6 Masehi, rempah-rempah dari Barus jadi magnet bagi para saudagar penjuru dunia, ini sejarah yang harus kita garap dan aplikasikan kedalam sebuah film agar generasi penerus kita mengerti sejarah di daerahnya.

Dan hal yang paling penting Kita Hanya ingin Putra -Putri di daerah sibolga-Tapteng ini lebih maju dan berkembang, Tidak kalah bersaing dengan daerah lain, Jadi kita sediakan wadahnya agar bakat mereka di Dunia Acting tersalurkan dan tentunya menambah wawasan dan pengalaman mereka juga,”ucapnya.

Lanjut Rizky menyoal industri kreatif dibidang film ya, pastinya sangat berdampak signifikan bagi pengembangan pariwisata suatu daerah.  Itu artinya, film memiliki multiplier effect baik sejak proses pembuatan hingga setelah selesai ditayangkan, sehingga dapat menumbuhkan aktivitas perekonomian di wilayah yang menjadi lokasi pembuatan film.

Baca Juga:  Waspada, Disibolga Beredar Anggur dan Semangka Mengandung Formalin

Berdasarkan studi yang dilakukan Simon Hudson dan J.R. Brent Ritchie pada 2006, terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara pembuatan film di suatu wilayah terhadap peningkatan jumlah wisatawan di wilayah tersebut.

Hudson dan Ritchie mengambil beberapa fakta yang terjadi, antara lain dampak film Braveheart (Mel Gibson, 1995) yang menyajikan Monumen Wallace, Skotlandia.  Setelah penayangan film tersebut, terjadi peningkatan 300% jumlah pengunjung dalam setahun.

Rayburn Country, Georgia, Amerika Serikat, berhasil meningkatkan jumlah wisatawan sebanyak  20.000  orang dengan dengan pemasukan 2-3 juta dolar AS setelah film Deliverance (John Boorman, 1972) dirilis.

Film The Lord of The Rings (Trilogy, 2001-2003) (Peter Jackson) yang mengambil lokasi di Selandia Baru, berhasil meningkatkan jumlah wisatawan sebanyak 10% sejak 2002.

Setelah film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (Chris Columbus, 2001)  ditayangkan, bermacam lokasi di Inggris mengalami peningkatan pendapatan 50% di banyak lokasi yang ada di film tersebut.

Begitu juga dengan film The Beach (Danny Boyle, 2000) yang berhasil mendongkrak pendapatan sebesar 20% dari pengunjung muda yang ke Thailand,”paparnya.

Harapan kita tentunya Trailer  film Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus proses Syutingnya berjalan lancar, dan tentunya kita sanagat berterimakasih kepada AMG Film Jakarta, Putra-Putri terbaik Sibolga-Tapteng  dan Mohon doa dan Dukungan dari warga Sibolga- Tapteng,”imbuhnya.(red)

 

Tentang Penulis: metro26.com

metro26.com
Media Online Masa Kini

Komentar

News Feed