oleh

Mantan Kepling Sibolga, Raih Gelar Doktor di UIN Imam Bonjol Padang

Metro26.com, Sibolga – DR. Mustamar Iqbal Siregar,M.A salah satu putra terbaik dari Kota Sibolga telah berhasil meraih gelar Doktor, Iqbal yang akrab disapa Pak Dosen ternyata pernah menjadi Kepling 1 di Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

Kamis 10 September 2020 Iqbal berhasil meraih gelar Doktor setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Politik Kaum Santri terhadap Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia Pasca Orde Baru”.

Dalam paparannya, promovendus menyampaikan bahwa terdapat beberapa poin temuan penelitiannya. Pertama, sebagai akibat terjadinya the expansion of meaning (perluasan makna) terminologi santri ke arah yang sifatnya sosiologis didasari pada pendapat Clifford Geertz dan Abdul Munir Mulkhan, sehingga membentuk empat tipologi umum kaum santri di ruang publik politik Indonesia, yang antara lain: santri akademis yang bermarkas di kampus-kampus dan pesantren-pesantren, santri ideologis yang bermarkas di ormas-ormas Islam, santri sosiologis yaitu orang-orang yang mendapat julukan santri dari tokoh-tokoh masyarakat karena kebaikan sosialnya, dan yang keempat adalah santri politis yakni mereka yang bermarkas di partai-partai politik.

Selanjutnya promovendus juga mengemukakan tentang profil pembaruan pendidikan Islam pasca orde baru ysng masih menyisakan sejumlah agenda penguatan dan pengembangan baik pada aspek paradigma, kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, termasuk pada aspek pendanaan. Dalam hal integrasi keilmuan misalnya, meskipun sudah mulai terlihat penggunaan pendekatan keilmuan umum pada tema-tema penelitian studi Islam, akan tetapi pada tataran kurikulum masih menuntut pengembangan dan penguatan ke arah yang bermuatan integrasi. Begitu juga pada aspek pendanaan, dimana lembaga pendidikan Islam masih sangat minim dalam memanfaatkan sumber-sumber pendanaan yang lain baik yang bersumber dari APBD, CSR, maupun dana zakat.
Kedua, politik santri pasca orde baru menghasilkan beberapa produk pembaruan pendidikan Islam yang antara lain: MAN Insan Cendikia (IC), Metamorfosis IAIN Ke UIN, Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD), Hari Santri Nasional (HSN), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Undang-Undang Pesantren (UUP), dan peraturan-peraturan lainnya. Sedangkan yang ketiga bahwa proses politik santri dalam pembaruan pendidikan Islam di satu sisi menghadapi sejumlah tantangan, sedangkan di sisi lain memiliki prospek. Tantangan yang dihadapi itu ada yang bersifat internal seperti egoisme, pragmatisme, sekularisme, dan radikalisme. Sedangkan tantangan eksternal adalah globalisasi dan Islamofobia. Lebih lanjut pria yang sehari-hari bertugas sebagai Dosen di IAIN Langsa itu mengatakan bahwa polarisasi politik santri pasca orde baru justru sangat prospek untuk menjadikan lembaga pendidikan Islam tetap survive dalam situasi politik apapun. Di samping itu, kelompok moderat dan modernis memiliki prospek untuk berselancar di tengah arus modernisasi dan globalisasi karena mereka lebih inklusif terhadap perkembangan zaman, budaya luar, dan pemikiran asing (di luar Islam).
Di tempat yang terpisah, Abdul Wahab Piliang salah satu warga kelurahan Pancuran Kerambil sangat mengapresiasi raihan gelar Doktor saudara Mustamar Iqbal Siregar. Menurutnya semua itu tidak terlepas dari tekad dan kerja keras beliau, kedepan semoga ilmu pengetahuan yang beliau raih dapat bermamfaat bagi Nusa dan Bangsa,”ucapnya.(r)

Baca Juga:  May Day ini Tiga Tuntutan Buruh Sibolga –Tapteng

Tentang Penulis: metro26.com

metro26.com
Media Online Masa Kini

News Feed