oleh

Hewan Ternak Babi Mati, Bupati Bakhtiar: Tanam dan Jangan Buang Ke Laut

Metro26.com, Tapteng – Terkait temuan adanya hewan ternak babi mati mendadak di duga terjangkit virus hog cholera, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menghimbau agar pemilik tidak membuang bangkainya ke laut.

Himbauan ini di sampaikan Bupati Tapanuli Tengah saat mendengar kabar adanya temuan dari Petugas Dinas Pertanian dan Camat Sarudik serta Polsek Pandan beberapa hewan ternak babi mati dan dibuang ke laut oleh pemiliknya.

Hal ini untuk mencegah adanya pencemaran di laut akibat bangkai hewan ternak babi yang di buang. Bupati Tapanuli Tengah menghimbau agar hewan ternak yang mati di tanam bukan di buang ke laut atau ke sungai.

“ Saya akan turunkan kembali tim dari Dokter Hewan dan Dinas yang terkait akan memeriksa keseluruhannya, jangan sampai yang terjadi di daerah lain menimpa Kabupaten Tapanuli Tengah. Kalau kita beternak silahkan beternak dengan sesuai prosedur, tidak ada lagi yang membuang kotoran maupun bangkai ke laut,” jelas Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Sabtu (16/11/2019).

“ Hal ini juga kami mendapatkan laporan yang sudah mati dijual kembali, jelas akan menimbulkan penyakit. Jadi kami sampaikan dan kami himbau kepada saudara – saudara yang beternak, beternaklah sesuai dengan ketentuan dan pikirkanlah kesehatan jangan hanya memikirkan uang semata,” lanjut Bupati Tapteng.

Baca Juga:  Pegiat Sosial Sumut Ajak Bang Ijeck Buka Puasa Bareng

Bupati Tapanuli Tengah juga menambahkah kepada pihak kepolisian agar usut tuntas yang menjual daging babi yang telah mati kepada masyarakat, kalau boleh perlu berikan efek jera (Tahan) penjual yang ketahuan menjual yang tidak layak untuk dikonsumsi dan diperjual belikan kepada masyarakat.

Informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Tengah menyebutkan, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pemilik ternak babi sebelumnya, terkait menyebarnya virus hog cholera.

Sosialisasi tersebut menyangkut pengetahuan dan langkah yang diambil apabila pemilik mengetahui hewan ternak babi miliknya mendadak sakit.

“ Kita sudah melakukan sosialisasi terkait mewabahnya virus ini di Sumatera Utara kepada para pemilik hewan ternak. Kami menyarankan kepada para pemilik agar secepatnya memberitahukan kepada petugas kami bila hewan ternaknya sakit mendadak. Apabila sudah mati, kami juga menyarankan untuk dikuburkan,” jelas drh. Iskandar selaku Kadis Pertanian Kabupaten Tapanuli Tengah melalui kabid peternakan Kristian M. Sihotang.

Tentang Penulis: metro26.com

metro26.com
Media Online Masa Kini

News Feed