oleh

Hati-hati! Masih Banyak Rentenir Online Cari Mangsa

Metro26.com – Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi bersinergi untuk memberantas peredaran investasi dan pinjaman online (pinjol) ilegal atau rentenir online.

Pasalnya, meskipun Satgas sudah menutup kegiatan fintech peer to peer lending tak berizin, masih banyak aplikasi baru yang muncul di website dan Google Playstore atau link unduh aplikasi yang diblokir tersebut.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan hingga 16 Juli 2019 ada 143 fintech peer to peer lending ilegal yang sudah ditangani.

“Masih banyak yang dapat diakses, kami meminta masyarakat untuk tidak menggunakan aplikasi fintech lendingyang tak memiliki izin OJK.

Apabila ingin meminjam di pinjol waspadai rentenir online, maka masyarakat bisa melihat dulu daftar aplikasi fintech lending yang terdaftar di website ojk.go.id,” ujar Tongam dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Baca Juga:  Kebakaran Rumah,Seorang Petugas Damkar di Tapteng Tewas

Dia menjelaskan, dari data Satgas Waspada Investasi jumlah fintech lendingyang tidak terdaftar OJK mencapai 1.230 entitas.

Tongam menambahkan, dari hasil Satgas ada 42% entitas yang tak diketahui asalnya, kemudian 22% dari Indonesia, 15% dari Amerika Serikat (AS).

Perlu diketahui juga bahwa fintech peer to peer lending ilegal bukan merupakan ranah kewenangan OJK karena tidak ada tanda terdaftar dan izin dari OJK sedangkan yang menjadi ranah kewenangan OJK adalah fintech peer to peer lending yang terdaftar dan berizin di OJK.

“Jika terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh fintech peer to peer lending yang terdaftar dan berizin di OJK maka OJK dapat melakukan penindakan terhadap fintech tersebut,” ujar Tongam.(dtc)

Tentang Penulis: metro26.com

metro26.com
Media Online Masa Kini

News Feed