oleh

Grebek Kampung Narkoba, Kapolsek Patumbak Dikeroyok

Metro26.com – AKP Ginanjar Kapolsek Patumbak terluka akibat dikeroyok sejumlah orang. Seorang terduga bandar narkoba yang ditengarai sebagai otak pengeroyokan ditembak mati.

Berdasarkan informasi dihimpun, Jumat (10/8), pengeroyokan terjadi di kawasan Jalan Karya Mariendal I, Gang Rukun, Patumbak, Deli Serdang, Sumut, Kamis (8/8) sore. Akibat pengeroyokan itu, Ginanjar mengalami sejumlah luka, termasuk di bagian wajah. Dia masih dirawat di RS Columbia Asia.

Peristiwa pengeroyokan berawal saat Ginanjar memimpin langsung penggerebekan kampung narkoba yang dilakukan di kawasan Jalan Karya, Mariendal.

Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari operasi pertama yang dilakukan Polsek Patumbak di kawasan itu, Selasa (6/8). Dari lokasi itu mereka mengamankan 3 tersangka pengedar, yakni U (49), K (30) dan S (29), bersama barang bukti sejumlah paket narkoba jenis sabu-sabu dan uang tunai.

Para tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang bandar berinisial A. Polsek Patumbak pun menjadikannya target.

Petugas akhirnya memergoki A sedang duduk di depan rumahnya. “Tersangka lari, kami kejar,” ucap Ginanjar

Ketika itu, Ginanjar dapat menemukan A dan menariknya. Mereka pun sempat baku hantam.

Baca Juga:  Polwan Cantik Bripda Rizka, Penghafal Alquran 20 Juz

“Di situlah datang anggotanya dan melakukan pengeroyokan. Jumlahnya lebih dari sepuluh orang,” jelasnya sembari mengatakan pengeroyokan terjadi saat anak buahnya masih berada jauh.

A melarikan diri setelah mendapat bantuan dari anggotanya. Sementara Ginanjar masih dikeroyok hingga anggotanya tiba di lokasi.

Ginanjar yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara anggotanya juga tetap mengejar A. Dia akhirnya dibekuk saat bersembunyi di kamar mandi milik salah seorang warga

Dalam penangkapan itu disita sejumlah paket narkotika. A dilaporkan sempat mencoba membuangnya ke dalam WC.

Petugas kemudian membawa A untuk mencari bukti lainnya serta para pelaku pengeroyokan terhadap Ginanjar.

“Saat dilakukan pengembangan, tersangka melakukan perlawanan. Yang bersangkutan terpaksa dilumpuhkan. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit, dan akhirnya meninggal dunia,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto dikutip dari merdeka.com.

Dia menjelaskan, pihaknya masih memproses tiga tersangka yang lebih dulu ditangkap. “Yang melakukan pengeroyokan tetap akan kami lakukan pengejaran,” sebut Dadang.(m)

Tentang Penulis: metro26.com

metro26.com
Media Online Masa Kini

News Feed