oleh

Bupati Bakhtiar Tandatangani Komitmen Percepatan Pencegahan Stunting

Metro26.com, Jakarta – Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menandatangani Komitmen Bersama Upaya Percepatan Pencegahan Stunting bersama Kepala Daerah lainnya pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Mendorong Konvergensi Program Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) di Wilayah Prioritas yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan Jakarta Pusat, Kamis (03/10/2019).

Acara ini dilaksanakan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada tanggal 1-4 Oktober 2019.

Pada Rakornis itu, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Kementerian Sekretariat Negara / Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto mengatakan butuh komitmen yang kuat untuk pencegahan stunting. Untuk itu, Presiden langsung yang memimpin program ini. Target Nasional penurunan angka prevelensi anak kerdil (stunting) sesuai dengan sasaran rancangan RPJMN pada akhir tahun 2024 sebesar 19%.

“Kita butuh komitmen dari Kepala Daerah, selain komitmen kerja nyata untuk percepatan pencegahan stunting,” kata Bambang Widianto.

Usai penandatanganan komitmen itu, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan salah satu program prioritas pada misi Kabupaten Tapanuli Tengah di bidang kesehatan adalah pencegahan stunting.

“Pemkab Tapanuli Tengah komit menekan dan mengatasi stunting. Kita meningkatkan akreditasi puskesmas di seluruh wilayah Tapanuli Tengah sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas. Tidak berbelit urusannya dan semakin profesional,” kata Bupati Tapteng.

Baca Juga:  Unjuk Kreativitas, Garasi Djoss Tawarkan Nasi Goreng Rp 2 Ribu Tersebar di Sumut

Selanjutnya, Bupati Tapteng menuturkan fokus utama pemberantasan narkoba di Tapteng. Narkoba sangat berbahaya dan dapat mempengaruhi janin saat ibunya yang narkoba hamil. Sendi kehidupan masyarakat dan ekonomi juga terganggu akibat narkoba.

“Untuk itu, kita bersama-sama memerangi narkoba di Tapanuli Tengah. Sejak 1 Januari 2020 dengan diterapkannya Peraturan Desa dan Kelurahan, tidak ada tempat bagi siapa saja yang terlibat narkoba di Tapanuli Tengah. Kita harus lindungi masyarakat dan generasi bangsa. Itu tanggung jawab kita ke depan menghadirkan generasi unggul, sumber daya manusia yang berdaya saing, dan masyarakat yang berkeadilan sejahtera tanpa narkoba,” kata Bupati Tapteng.

Turut hadir beberapa Pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) mendampingi Bupati Tapanuli Tengah, yaitu Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Nursyam, S.K.M, M.Kes, Kepala Bappeda Basyri Nasution, SP, Plt. Kadis Pendidikan Samrul Bahri Hutabarat, S.Pd, dan Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jonnedy Marbun, S.Pd.(r)

Tentang Penulis: metro26.com

metro26.com
Media Online Masa Kini

News Feed