oleh

Bupati Bakhtiar Resmikan Jembatan Termegah Hamzah Al-Fansuri Barus Tapteng

Metro26.com, Tapteng – Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani meresmikan Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (31/12/2019). Jembatan yang dibangun berbiaya Rp. 52 milyar ini sepanjang 100 m x 10 m merupakan jembatan termegah dan merupakan salah satu ikon di Tapteng.

Jembatan yang bernama Hamzah Al-Fansuri itu terbentang kokoh menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Barus dan beberapa desa di Kecamatan Andam Dewi, membuka keterisolasian yang selama ini membelenggu beberapa desa-desa sekitarnya.

Jembatan yang termegah dan menjadi ikon di Tapteng ini menghubungkan beberapa Desa, diantaranya Desa Kampung Mudik, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, dan Desa Ujung Batu di Kecamatan Barus.Keberadaan jembatan ini sangat strategis dan diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di beberapa desa yang terhubung dan secara umum meningkatkan perekonomian daerah di Tapteng.

Jembatan Hamzah Al-Fansuri , ditabalkan dari nama seorang ulama sufi, ahli tasauf, penyair ternama dan budayawan terkemuka putra kelahiran Barus, Tapteng, Provinsi Sumatera Utara yang hidup pada sekitar abad ke 17 M. Atas karya-karyanya di bidang budaya, seperti puisi dan prosa semasa hidupnya, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Budaya Parama Dharma pada acara penganugerahan Bintang Maha Putera dan Tanda Jasa di Istana Negara, Selasa (12/08/2013).

Mengawali acara peresmian Jembatan Hamzah Al-Fansuri , Doa oleh Kepala KUA Barus.

Kemudian, H. M. Akhyar Habeahan mewakili masyarakat dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani atas terbangunnya jembatan tersebut yang menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terisolasi.

“Mari kita mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dimana pada sore hari ini kita dapat berkumpul di pelataran Jembatan Hamzah Al-Fansuri yang sebentar lagi akan diresmikan oleh Bapak Bupati Tapanuli Tengah. Bapak Ibu yang kami muliakan, izin Bapak Bupati kami mewakili Masyarakat Desa Kampung Mudik, Desa Bunga Tanjung menyampaikan rasa terima kasih kami yang tidak terhingga atas pembangunan Jembatan Hamzah Al-Fansuri yang berada di tengah-tengah, diantara Desa Kampung Mudik dan Desa Bunga Tanjung,” kata H. M. Akhyar Habeahan.

“Bagi kami orang-orang tua yang telah berumur lebih kurang 65 tahun merasakan betul betapa manfaat dari pada jembatan ini. Selama ini manakala ada banjir, anak-anak sekolah diliburkan karena tidak bisa menyeberang dari Desa Bungo Tanjung ke Desa Kampung Mudik. Sekarang, telah sama-sama kita lihat, betapa sesungguhnya seorang Bupati, Putra Daerah yang bersungguh-sungguh membangun negerinya sehingga tercipta sarana dan prasarana sehingga akan naik perekonomian masyarakat di desa ini. Atas ini semuanya, kami tidak bisa mengatakan apa-apa, namun kami selalu berdoa kepada Allah SWT kiranya Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati selalu diberi Allah hidayah, petunjuk, kesehatan, terjauh dari segala fitnah,” tutur H. M. Akhyar Habeahan melanjutkan sambutannya.

“Kemudian dari pada itu, kami masyarakat Desa Kampung Mudik, Desa Bungo Tanjung, Desa Ujung Batu, dan Desa Kinali sungguh sangat mengharapkan kesediaan Pak Bupati kembali memimpin Tapanuli Tengah pada periode kedua. Hal ini kami tegaskan, baru kali ini seorang Bupati yang sungguh-sungguh memimpin dan memperhatikan rakyatnya. Selama hidup di Tapanuli Tengah belum pernah kita rasakan betapa setiap hari ada kemajuan di Kabupaten Tapanuli Tengah ini. Apakah itu mengenai sosial budaya, pembangunan, dan kita merasakan jalan-jalan di Tapanuli Tengah mulus dan cantik,” pungkasnya.

H. M. Akhyar Habeahan juga mengatakan hal ini tidak bisa dipungkuri, merupakan kesungguhan seorang Pemimpin melaksanakan amanah yang telah diberikan masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para undangan dan mendoakan kiranya kehadiran dalam peresmian Jembatan Hamzah Al-Funsuri merupakan ibadah kepada Allah SWT.

“Atas segala kekurangan kami Pak Bupati, inilah kami yang tinggal di desa ini, namun tetap kami di dalam bersujud kepada Allah selalu mengingat Pak Bupati. Kiranya Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Tapanuli Tengah ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya mengatakan bahwa sejarah mencatat tanggal 31 Desember 2019, tantangan pun akan dihadapi untuk membangun negeri yang dicintai ini.

“Dulu hanyalah mimpi, hari ini kita tunjukkan, kita harus bangkit dan melawan mimpi dan hayalan itu kini menjadi kenyataan. Rp. 52 milyar kita curahkan uang untuk membangun jembatan menghubungkan 4 desa, yakni Desa Kampung Mudik, Desa Ujung Batu, Desa Bungo Tanjung, dan Desa Kinali,” kata Bupati Tapanuli Tengah mengawali sambutannya.

“Kalau Allah SWT mengijinkan dan saya yakinkan ketika masih ada dipundak kami tanda jabatan dan ada simbol-simbol kekuasaan, tahun 2021 kami yakinkan diri kami akan kami bangun Jembatan Bungo Tanjung dan Ladang Tengah. Saya tidak peduli nanti malam tidak Bupati, saya tidak pikirkan besok pagi masih kaya atau bukan, yang saya pikirkan, setiap nafasku, setiap hariku hanya memikirkan kampung halaman yang kucintai ini, Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini,” lanjut Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Sudah cukup kita hidup di angan-angan dan mimpi, sudah cukup kita berpuluh-puluh tahun menghabiskan uang dihayalan dan mimpi. Ratusan milyar uang Kabupaten Tapanuli Tengah tidak berwujud, hanya di proyek angan-angan dan mimpi semua. Kita dininabobokkan dengan puluhan program bahkan ratusan program, satu pun sampai saat ini tidak terwujud nyata di Kabupaten Tapanuli Tengah, tetapi hari ini, kami yakinkan. 2017 yang lalu, kami sampaikan pada kampanye dengan Wakil Bupati di hadapan puluhan ribu masyarakat di Lapangan Merdeka Barus bahwa kami berjanji akan mewujudkan jembatan yang akan menghubungkan Kinali, Bungo Tanjung, Kampung Mudik, dan Ujung Batu. Hari ini kami pastikan dan dihadapan kita jembatan itu berdiri Saudara-saudaraku,” jelas Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Saya tahu sudah banyak laporan, saya 2 tahun sudah banyak tantangan tapi yakinlah doa Saudara-saudara, jangakan cuma laporan, apapun akan saya hadapi dengan tenang. Hari ini saya meneteskan air mata tapi air mata itu adalah air mata kebahagian dan kebahagian bukan air mata ketakutan. Siapapun yang melawan kita, kita akan senyum untuk menghadapinya. Siapapun yang akan berhadapan dengan kita, kita akan tenang menjawabnya karena saya jadi Bupati untuk membangun kampung saya, bukan untuk menipu masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah,” ucap Bupati Tapanuli Tengah.

Baca Juga:  Wakil Bupati Tapteng Ikuti Funbike Lanal Sibolga dalam Meriahkan Peringatan HUT TNI AL ke-73 Tahun 2018

“Hari ini, kita titipkan di pundak kita semua, awal Mei 2020 kita akan membangun Masjid Raya Kecamatan Barus menjadi Masjid Agung kebanggaan Kabupaten Tapanuli Tengah dan kita telah merancang pembngunan Sumur Nommensen di Barus Utara namun terbentur masalah pengadaan lahan tanah sampai hari ini. Rp. 22 milyar sudah kita siapkan untuk pembangunan Masjid Agung di Kecamatan Barus, Rp. 22 milyar untuk pembangunan Masjid Al Muslimin Pandan. Kita tunjukkan ikon-ikon kebanggaan Tapananuli Tengah. Saya dilahirkan di Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di Kecamatan Barus, saya sekolah di sini, saya mencari nafkah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Wakil Bupati dilahirkan di sini,” pungkasnya.

“Tidak ada orang yang tidak punya dosa dalam kehidupan ini, tidak ada orang mempunyai salah sejak lahir sampai nanti mati tetapi persoalannya kita di kesalahan itu belajar memperbaiki diri untuk yang lebih baik demi kemajuan kampung halaman kita,” kata Bupati Tapanuli Tengah.

Bupati juga menjelaskan mengapa tanggal 31 Desember 2019 kita mau membuat sejarah sebelum tahun 2020 Tapanuli Tengah memiliki ikon, yakni Jembatan Hamzah Al-Fansuri di Barus. Hari ini, sejarah itu akan tercatat, mimpi itu akan terwujud satu per satu.

“Kami juga akan membangun Kantor Bupati Tapteng menelan biaya Rp. 95 milyar akan kita mulai pembangunannya April 2020. Kita ingin tunjukkan bahwa ada ibukota Kabupaten, yakni Pandan yang selama ini tidak ada ciri-ciri ibokota. Kita akan tunjukkan bahwa ada ibukota yang sesungguhnya di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita juga sudah membangun Gedung Olahraga Pandan. Kami juga akan tunjukkan Kantor Dinas Kesehatan sekarang dan akan kita buat air menari di sana dan akan menjadi ikon Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita membutuhkan kebersamaan dan dukungan doa dan keinginan kita untuk membangun Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami yakin bukan yang terbaik tapi kami yakin kami akan berusaha berbuat yang terbaik,” lanjutnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Provinsi Sumatera Utara, dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara sebelumya, Tengku Erry Nuradi yang telah mencurahkan pulpennya menandatangani agar bisa Bantuan Keuangan Provinsi dianggarkan pembelanjaan daerah Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2018 yang lalu. itu yang membuat ini terwujud,” ucapnya.

“Kami akan yakinkan Pemerintah Pusat, mohon doa kita semua bahwa kami atas ijin Allah SWT, tahun 2021 akan dimulai pembangunan yang akan dikeloa dan ditenderkan oleh Pemerintah Pusat 2021 atau 2022, Tembok Penahan Sungai yang akan dibangun kiri kanan di sepanjang sungai yang ada di Barus agar tidak banjir. Jalan-jalan akan kita perbaiki, saya hanya butuh tanah sekitar 4 hektar kalau ada itu di Ujung Batu, Bungo Tanjung, atau Dikinali jalannya akan kita buka Lapangan Merdeka akan kita pindahkan ke situ. Lapangan Merdeka akan kita buat Alun-Alun Kota Barus, taman-taman indah di Kota Barus, bunga-bunga yang mekar di Kota Barus. Kita akan tunjukkan sejarah bahwa Barus tidak akan tertinggal dan Barus bukan hanya nama sejarah yang ada di masa lalu,” jelas Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Saya memang Putra Barus tetapi yakinkan di semua wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, saya tidak akan memikirkan Barus semata. Saudara-saudara bisa saksikan di kecamatan lain hampir semua selesai pembangunan infrastruktur 2 tahun di kepemimpinan kami ini. Kami yakinkan di 5 tahun kepemimpinan kami, Putra Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami pastikan Jalan di Kabupaten Tapanuli Tengah satu pun tidak akan ada yang berlobang di seluruh Kabupaten Tapanuli Tengah. Sudah terbangun Pabrik Kelapa Sawit untuk menampung sawit masyarakat di Sibabangun.
Mei 2020 akan dibangun Pabrik Kepala Sawit yang menampung sawit masyarakat di Sirandorung, otomatis harga sawit naik,” kata Bupati Tapanuli Tengah dalam sambutannya.

“Saya bukan seorang sarjana, Wakil Bupati juga bukan sarjana. Kami hanya pekerja-pekerja yang tiap hari bekerja hanya memikirkan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami hanya ingin membangun. Yakinkah, semua Kabupaten Tapanuli Tengah ini akan kita bangun dari ujung ke ujung adalah masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, 20 kecamatan, 215 kelurahan dan desa adalah kewajiban kami mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkapnya.

“Bagi Bapak Ibu yang anaknya ada yang lulus Perguruan Tinggi Negeri akan kita kuliahkan. Mulai 1 Januari 2020, akan berlaku Peraturan Desa/Kelurahan atas sanksi sosial yang diberikan kepada warga Tapanuli Tengah yang terlibat Narkoba. Jika ada yang memakai Narkoba dan tertangkap, serta diproses hukum akan diusir selama 15 tahun tidak dapat kembali ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Untuk Bandar dan/atau Pengedar Narkoba tertangkap dan diproses hukum maka tidak dapat lagi kembali selamanya ke Kabupaten Tapanuli Tengah,” tutur Bupati Tapanuli Tengah di akhir sambutannya.

Selanjutnya, Bupati Tapanuli Tengah menekan tombol sirene dan menandatangani Prasasti Jembatan Hamzah Al-Fansuri , dilanjut dengan pengguntingan Pita bersama dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, SH, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Wakil Wali Kota Sibolga Edi Polo Sitanggang, S.Pi, dan Sekretaris Daerah Tapteng Drs. Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si.

Setelah itu, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dan rombongan berjalan menyisir Jembatan Hamzah Al Fansuri sepanjang 100 meter itu dan diikuti masyarakat. Dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 100 orang Anak Yatim Piatu.

Turut hadir pada acara itu, Wakil DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, SH, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Wakil Wali Kota Sibolga Edi Polo Sitanggang, S.Pi, Anggota DPRD Tapteng, Sekretaris Daerah Tapteng Drs. Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD Pemkab Tapteng dan Pemko Sibolga, Camat se Tapteng, Lurah dan Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat Barus, serta undangan lainnya.(r)

Tentang Penulis: metro26.com

metro26.com
Media Online Masa Kini

News Feed