oleh

Begini Kronologi Pembunuhan Abdul Bahri Simanungkalit, Mayat yang Ditemukan dengan Kondisi Kaki dan Tangan Terikat, Mulut di Lakban

Metro26.com, Tapteng – Warga Lingkungan I, Batu Mandi, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah SS alias BS (62) dan NS alias TR Diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Abdul Bahri Simanungkalit (50),Rabu (29/5/2019) pukul 20.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan diketahui SS alias BS merupakan abang kandung korban sementara terduga pelaku inisial NS alias TR adalah keponakan korban.
Korban ditemukan di Pulau Putri dalam kondisi tangan dan kaki terikat dan mulut dilakban. Sementara kondisi tubuh korban dalam keadaan mengapung ditengah laut dan sudah mulai terjadi pembusukan.

Loading...

Terduga pelaku pembunuhan ini diamankan Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Tapteng yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Doni Nainggolan, SH,MH.

Dihadapan petugas, SS alias BS mengakui perbuatannya membunuh adik kandungnya sendiri Abdul Bahri Simanungkalit.

“ Pelaku mengakui telah membunuh korban (adiknya) An. ABDUL BAHRI SIMANUNGKALIT pada hari Jumat tgl 24 Mei 2019 skr pkl 20.00 Wib di dalam rumah Ibu Kandungnya di Jln. Batu Mandi Lk. I Kel. Lubuk Tukko Baru Kec. Pandan Kab. Tapteng, “ jelas Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Dodi Nainggolan, hari Rabu (29/5/2019) pukul 21.00 WIB.

AKP Dodi Nainggolan juga menjelaskan kronologis dan motif pelaku menghabisi korban sebagai berikut.

Sesuai keterangan dari saksi Suhardin Pardede menyebutkan hari Jumat tgl 24 Mei 2019 sekitar pkl 21.00 Wib, saksi tiba di warung Op. Dores Panggabean di Lk. I Kel. Lubuk Tukko.

Saat tiba di warung tsb, saksi mendengar cerita dr MARUDUT PANGGABEAN Als TELPUT bhw Ianya mendengar suara orang menjerit di Boat sesaat setelah mobil Toyota Rush warna putih dtg ke Muara dan parkir tepat di ujung tempat boat-boat (kapal motor,red) bersandar.

Saksi melihat mobil toyota rush parkir diujung muara dan sekitar 30 menit kemudian melihat dua org bernama SS Als BS bersama NS Als TR turun dari sebuah Boat lalu naik ke dalam mobil Toyota Rush dan pergi dr lokasi tsb.

Sementara saksi lainnya atas nama Marudut Panggabean alias Telput menjelaskan bahwa benar hari Jumat tanggal 24 Mei 2019 skr pkl 21.00 Wib saat saksi berada di Warung Panggabean di Muara Lubuk Tukko Kel. Pandan Kab. Tapteng, melihat mobil Toyota Rush warna putih datang ke Muara lalu parkir di ujung muara tempat perahu di ikat.

Posisi Mobil Toyota Rush parkir adalah posisi membelakangi laut (mundur) lalu melihat pintu belakang mobil dibuka dan melihat dua orang mengambil sesuatu dr dalam mobil dan menuju sebuah boat.

Saksi menduga mereka adalah pencuri dan kemudian saksi mendekati ke arah mobil toyota rush lalu mengintip dr jarak 6 meter dgn keadaan gelap.

Dari jarak 6 mtr saksi melihat terduga pelaku SS alias BS berada diatas boat dan dari atas boat mendengar suara jeritan orang. Saksi melihat keduanya mendayung boat sampai ketengah laut dan setelah ditengah laut, mesin boat dihidupkan.

Saksi memberitahukan keadaan itu ke warga yang di warung dan sekitar 30 menit kemudian SS Als BS bersama NS Als TR kembali dari laut naik boat dan naik ke mobil toyota rush warna putih dan pergi darilokasi.

Saksi atas nama Suhardin Pardede menjelaskan ,Jumat tanggal 24 Mei 2019 skr pkl 21.00 Wib, saksi tiba di warung Op. Dores Panggabean di Lk. I Kel. Lubuk Tukko.

Saat tiba di warung tersebut, saksi mendengar cerita dr MARUDUT PANGGABEAN Als TELPUT bhw Ianya mendengar suara orang menjerit di Boat sesaat setelah mobil Toyota Rush warna putih dtg ke Muara dan parkir tepat di ujung tempat boat2 bersandar.

Saksi melihat mobil toyota rush parkir diujung muara dan sekitar 30 menit kemudian melihat dua org bernama SS Als BS bersama NS Als TRturun darisebuah Boat lalu naik ke dalam mobil Toyota Rush dan pergi dr lokasi tsb.

Dari kesaksian Marudut Panggabean alias Telput membenarkan hari Jumat tgl 24 Mei 2019 sekitar pukul 21.00 Wib saat saksi berada di Warung Panggabean di Muara Lubuk Tukko Kel. Pandan Kab. Tapteng, melihat mobil Toyota Rush warna putih datang ke Muara lalu parkir di ujung muara tempat perahu di ikat.

Baca Juga:  Pemkab Tapteng Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Posisi Mobil Toyota Rush parkir adalah posisi membelakangi laut (mundur) lalu melihat pintu belakang mobil dibuka dan melihat dua orang mengambil sesuatu dr dalam mobil dan menuju sebuah boat.
Saksi menduga mereka adlh pencuri dan kemudian saksi mendekati ke arah mobil toyota rush lalu mengintip dr jarak 6 meter dgn keadaan gelap.

Dari jarak 6 mtr saksi melihat SS alias BS berada diatas boat dan dr atas boat mendengar suara jeritan orang. Saksi melihat keduanya mendayung boat sampai ketengah laut dan setelah ditengah laut, mesin boat dihidupkan.

Saksi memberitahukan keadaan itu ke warga yg di warung & Sktr 30 menit kemudian SS Als BS bersama NS Als TR kembali dari laut naik boat dan naik ke mobil toyota rush warna putih dan pergi dr lokasi.

Sementara itu, terduga pelaku SS alias BS dalam keterangannya menjelaskan mengakui telah membunuh korban (adiknya) An. ABDUL BAHRI SIMANUNGKALIT pd hr Jumat tgl 24 Mei 2019 skr pkl 20.00 Wib di dalam rumah Ibu Kandungnya di Jln. Batu Mandi Lk. I Kel. Lubuk Tukko Baru Kec. Pandan Kab. Tapteng.

Perbuatan tersebut dilakukan dgm cara mengikat tangan korban kebelakang serta mengikat kedua kaki korban menggunakan tali rapiah, lalu menutup mulut korban menggunakan Lakban warna kuning serta menggunakan Daster warna biru dan kembali melakban.

Lalu Tsk mengajak NS Alias TR (Keponakan Tsk) utk membawa korban ke atas boat dlm keadaan terikat dan kemudian Tsk mengikatkan beberapa batu ditubuh korban lalu membuang korban ditengah laut msh dlm keadaan hidup (belum mati).

Adapun motifnya krn Korban sdh membuat resah melempari rumah tetangga dan sangat merepotkan keluarga dan memangg korban menderita penyakit kejiwaan (Depresi).

Satreskrim Polres Tapteng selain mengamankan SS alias BS juga menyita barang bukti berupa Satu Unit Boat, Satu Unit Mobil Toyota Rush warna putih BB 1688 MB. Sebelumnya jenazah korban sudah dilakukan otopsi di RS Rajamin Saragih P. Siantar.

Saat ini terduga pelaku SS alias BS masih dalam pemeriksaan penyidik Polres Tapteng, sementara terduga pelaku NS alias TR yang merupakan keponakan korban belum diketahui hasil penyelidikannya.

Diberitakan sebelumnya, Basarnas Pos Sibolga mengevakuasi jasad pria dengan kondisi kaki dan tangan terikat serta mulut dilakban di sekitar perairan Pulau Putri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa, 28 Mei 2019 sekira pukul 10.00WIB.

Temuan jasad berjenis kelamin laki-laki ini bermula dari salah seorang warga bernama Monica Mendrofa berwisata menuju Pulau Mursala.

Merasa takut dengan penemuan mayat itu, lalu Ibu Monica menghubungi Pendeta Juniaro Mendfora, yang tinggal di Pandan. Dia pun meminta bapak tuanya itu untuk menghubungi Tim SAR.

Tim SAR Sibolga dibantu TNI dan Polri akhirnya berhasil mengevakuasi jasad pria di Perairan Pulau Putri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa siang (28/5/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pandan, guna identifikasi dan dilakukan pemeriksaan VER .
Identitas jasad pria yang ditemukan dalam kondisi menggenaskan ini akhirnya terungkap.

Jasad pria malang ini diketahui bernama Abdul Bahri Simanungkalit berusia 50 tahun, warga Lingkungan I, Batu Mandi, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian berdasarkan keterangan kakak kandung korban Nur Sabina Simanungkalit, korban diduga mengalami depresi (gangguan jiwa) kurang lebih sudah 10 tahun dan sifatnya yang menonjol mudah marah, dan emosi, sehingga sering mengganggu tetangga.

Terakhir kali pada Jumat 24 Mei 2019 sekira pukul 20.00 WIB, korban emosi dan mengancam ibu kandungnya di dalam rumah korban dengan sebilah pisau. Sementara kondisi ibu kandung korban sudah pikun (usia 76) tahun, kemudian warga sekitar mengamankan korban dan menyerahkannya kepada abang kandung korban Saidun Simanungkalit.(ril)

News Feed