oleh

Sesosok Mayat laki-laki di Temukan di Pulau Putri, kaki dan tangan terikat, mulut dilakban

Metro26.com, Tapteng – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan terapung di dekat Pulau Putri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (28/5) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Menurut pengakuan Monica Mendrofa yang menemukan mayat itu kepada awak media mengatakan, ia bersama keluarganya menemukan mayat tersebut ketika hendak liburan ke Pulau Mursala. Di saat melintas di Pulau Putri terlihat ada yang terapung di laut dan semula dikira hanya batang kayu atau patung.

Loading...

“Awalnya kami kira patung atau kayu, tetapi karena penasaran aku minta kepada bapak yang mengemudikan kapal stempel untuk berbalik arah. Setelah mendekat, ternyata itu adalah sesosok mayat laki-laki kisaran usianya 40-an dengan posisi kaki dan tangan diikat tali, dan mulutnya dilakban,” terangnya.

Merasa takut atas penemuan mayat itu, ia pun menghubungi bapak tuanya Pendeta Juniaro Mendfora yang tinggal di Pandan, yang kemudian menghubungi tim SAR.

Sementara itu Tim SAR Sibolga yang dikonfirmasi awak media membenarkan mereka mendapat laporan perihal penemuan mayat tersebut.

“Saya sudah mendapatkan laporannya dari teman wartawan barusan. Kebetulan saya sedang mengikuti acara di Polres Tapteng, dan ini akan segera bergerak ke Pos SAR dan menyiapkan anggota dan kapal menuju lokasi,” kata Kepala Tim SAR Sibolga, Harry Susanto.

Baca Juga:  Strategi Matchmaking Industri Co-Branding Dapat Dukungan Sesmen

Tim SAR Sibolga dibantu TNI Polri berhasil mengevakuasi mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Putri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (28/5), sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut keterangan Koordinator Pos SAR Sibolga, Harry Susanto posisi mayat ditemukan mengapung telentang dengan kondisi kaki dan tangan terikat tali nilon, sementara mulutnya juga dilakban.

“Kondisi jenazah sudah gembung serta mengeluarkan aroma busuk. Jasad akan kita evakuasi ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga,” terang Harry seraya menduga bahwa korban sudah mengapung sekitar empat hari.

Harry juga belum bisa menjelaskan status korban dan warga mana serta apa penyebab kematiannya.

“Kita tidak tahu penyebab korban meninggal, tapi pada bagian tangan dan kaki terikat tali. Sementara ada juga batu yang tergantung di tubuh korban. Mulut korban pun tadi kita lihat tertutup lakban,” ujarnya.(ril)

News Feed