oleh

L.Saragih Pasien BPJS Kecewa, Harus Membayar di RS Metta Medika

Metro26.com, Sibolga – Seorang pasien L Saragih (79) mengaku kecewa ketika berobat ke RS Metta Medika Sibolga. Pasalnya, istri pensiunan TNI AD pemegang kartu BPJS tersebut diwajibkan membayar sejumlah uang untuk biaya perobatan oleh pihak rumah sakit, Senin (1/4/2019).

Saat itu, L Saragih datang ke RS Metta Medika ditemani putri dan menantunya. Dia mengaku sudah beberapa kali berobat ke rumah sakit tersebut, namun baru kali ini diperlakukan (membayar) seperti ini.

Loading...
Baca Juga:  Babinsa Ramil 06 Kerajaan, Kodim 0206 Dairi Hadiri Musrenbang Desa Binaan

Dia menjelaskan, sepekan yang lalu juga berobat ke RS Metta Medika dan tidak ada dikenai biaya sepeser pun. Kenapa sekarang harus membayar.

“Bukan soal jumlah uang yang dibayarkan. Saya sudah lama menjadi peserta BPJS, bahkan sebelum suami saya pensiun dari TNI,” ungkap L Saragih.

Putrinya R Purba juga membenarkan bahwa Ibu nya harus membayar sejumlah uang untuk jasa konsultasi dokter dan biaya obat di RS Metta Medika tersebut.

Baca Juga:  Bupati Tanah Karo Resmi Buka TMMD ke-101 2018 di Wilayah Kodim 0205/TK.

Padahal, sebelumnya dia telah menunjukkan kartu BPJS milik Ibunya kepada petugas rumah sakit.

“Saya sempat protes tadi dengan petugasnya, kenapa harus bayar. Lantas dijawab oleh petugas, karena Ibu saya hanya berobat jalan dan tidak termasuk kategori emergensi,” ujar R Purba.

Sang menantu yang enggan disebut namanya juga protes ke petugas RS Metta Medika, yang melayani pasien di ruang IGD. Bahkan, ia sempat beradu argumen dengan petugas tersebut.

Baca Juga:  Diskusi Bareng Cawagub Ijeck, Driver Ojek Online Gagas GO-IJEK

“Alasan petugas itu sepertinya dibuat-buat. Saya tanya, bukankah kartu BPJS ini digunakan untuk berobat ketika pemegang kartunya sakit, kenapa pasien harus bayar? Lalu petugas itu menjawab, pasien tidak termasuk kategori emergensi,” katanya.

Seorang petugas RS Metta Medika Sibolga menjelaskan, pasien BPJS yang berobat jalan harus mengantongi surat rujukan berobat dari dokter.

“Kalau tidak ada surat rujukan, maka pasien tersebut menjadi pasien umum, kecuali kondisi pasien emergensi,” ujar petugas tersebut.(ril)

News Feed