oleh

Bupati Bakhtiar Laporkan Mantan Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung ke Polisi

Metro26.com, Tapteng – Bakhtiar Ahmad Sibarani Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), melaporkan Sukran Jamilan Tanjung Mantan Bupati Tapteng ke Polisi, Jumat (29/3/2019).

Laporan tersebut terkait kasus dugaan penghinaan oleh mantan Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung terhadap Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, dengan laporan polisi No: (LP/72/III/2019/SU/RES TAPTENG).

Loading...

Saat menyampaikan laporan pengaduannya, Bupati Bakhtiar didampingi oleh kuasa hukumnya, Mulyadi, dan Wakil Bupati Darwin Sitompul.

“Hari ini saya melaporkan Sukran Jamilan Tanjung atas tindakan penghinaan kepada saya. Atas tindakan yang diucapkannya itu fitnah yang terlalu berkelebihan bicaranya,” ujar Bakhtiar kepada wartawan usai membuat laporan pengaduan.

Dasar pelaporan itu, kata Bakhtiar, karena pernyataan Sukran yang menyebut dirinya punya hutang hingga miliaran rupiah.

Menurut mantan Ketua DPRD Tapteng in, hal itu tidak benar, dan merupakan suatu penghinaan kepadanya.

Pun demikian, Bakhtiar mengaku bahwa sebelumnya ia pernah meminjam uang kepada Sukran sebesar Rp50 juta.

“Karena dia bohong makanya kita laporkan. Bahwa kemudian saya punya hutang ke Sukran, (memang) ada, dan saya merasa sudah dibayar. Saya hutang Rp50 juta, tapi dia bilang Rp100 juta,” beber Bakhtiar.

“Kan ada sms yang dibagikan Sukran, itu waktu dia plt bupati sekitar tahun 2015. Kalau saya belum bayar, gak mungkin ditagihnya tahun 2018. Hutang saya kan tahun 2015 waktu dia plt bupati, logikanya, tahun 2018 dia tagih Rp100 juta, sekarang kok jadi miliaran hutang saya, berarti bunganya Rp100 juta per hari,”

“Dan jumlahnya dibilangnya sama si Jamil itu Rp100 juta. Itupun saya bilang sama Jamil, kalau memang dia merasa belum kubayar, datang dia ke rumah saya biar kubayar. Harus ada saksi melihat, jangan nanti sudah kubayar, dia bilang belum kubayar. Karena ini anak sudah pernah masuk penjara karena menipu,” tutur Bakhtiar.

Bakhtiar pun menceritakan kronologis bagaimana saat itu dia meminjam uang dari Sukran sebesar Rp50 juta.

“Perlu saya sampaikan kenapa ada uang Sukran saya pinjam. Dia yang menawarkan waktu itu. Seingat saya waktu itu ketemu di salah satu plaza, dia baru pulang belanja. Dia bilang lagi ngapaian ketua, saya bilang ada yang mau saya tunggu, uang ikan – saya pengusaha ikan, ada kapal saya. Saya mau ke Penang mau berobat, bukan ke Singapura, bukan ke Kuala Lumpur,” paparnya.

“Lalu dia bilang, nanti gak datang pula dia ketua (orang yang saya tunggu). Kalau gak saya saja yang kasi pinjaman, nanti kukasi Rp100 juta, pulang ketua bayar,” kata Bakhtiar menirukan perkataan Sukran.

“Ternyata, diantarkan anggota Hendrik Gunawan, bukan Sukran, Hendrik Gunawan ini temannya Sukran,” terangnya.

Untuk itu, Bakhtiar Sibarani meminta Polres Tapteng segera menindaklanjuti laporannya agar kasus tersebut dapat terungkap dan terang benderang.

“Kita minta pihak kepolisian segera periksa Sukran dan saksi-saksi biar nampak siapa yang berbohong, siapa yang benar. Kita minta Sukran dapat membuktikan ucapannya,” pintanya.

Sebelumnya, Mantan Bupati Tapanuli Tengah, Sukran Jamilan Tanjung menyebut Bakhtiar Ahmad Sibarani telah meminjam uangnya hingga miliaran rupiah, namun sampai sekarang tak kunjung dikembalikan.

Hal itu diungkapkan Sukran Tanjung usai menjalani sidang perdana terkait kasus dugaan penipuan di PN Sibolga, Rabu, (27/3/2019).

“Waktu dia juga pergi ke luar negeri, selama saya jadi Plt bupati sampai bupati dari tahun 2014, dia sering pergi ke luar negeri, ke Singapura sama ke Kuala Lumpur. Kalian cek lah ke imigrasi. Disana minta uang sama saya. Bukti pinjaman ada saya ini, miliaran ini, pinjaman gak dibayarkannya. Parhutang busuk dia itu,” ujarnya.

“Jadi itulah, sekarang ini yang membuat saya susah ini namanya Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang tidak memulangkan uang saya miliaran rupiah. Makanya saya banyak hutang dimana-mana sekarang ini,” kata Sukran kepada wartawan.(ril/mt26)

Loading...