oleh

Abu Hamzah Terduga Teroris di Sibolga, Rencanakan Serang Polisi

Metro26.com, Sibolga – Abu Hamzah Terduga Teroris bersama RIN alias Putra Syuhada beserta Y alias Khodijah merencanakan akan menyerang Polisi dengan menggunakan bom mobil.

“Teroris Y mendesain bersama AH dan P untuk merakit bom mobil. Sasarannya adalah kantor polisi di Sibolga maupun aparat polisi lalu lintas yang melaksanakan tugas,” ungkap Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M, Rabu (20/3/2019).

Loading...

Abu Hamzah Bersama Y alias Khodijah merencanakan aksinya akan dilakukan setelah menikah. Mereka juga berperan sebagai penyedia biaya di jaringan Sibolga.

Beberapa jenis bom yang dirakit kelompok ini adalah bom rompi dan bom ranjau. Pembuatan bom tersebut dibiayai Y alias Khodijah dari hasil menggadaikan rumah dan tanahnya.

Terduga teroris berinisial Y alias Khodijah (35) asal Klaten, Jawa Tengah yang baru ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri pada Kamis (14/3), tewas pada Senin (18/3) karena diduga bunuh diri dengan mengkonsumsi bahan kimia keras.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Khodijah ditemukan dalam keadaan tubuhnya lemas di ruang pemeriksaan.

Y diperiksa di Rutan Polda Metro Jaya pada hari Minggu (17/3) dan ditemukan dalam keadaan sakit di ruang istirahat pemeriksaaan pada Senin (18/3) pagi.

Adapun dia diperiksa penyidik Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Polda Metro Jaya.

Melihat keadaannya, petugas jaga melakukan pertolongan pertama. Namun tidak ada hasil akhirnya Khodijah dibawa ke RS Polri Jakarta.

“Ditolong oleh tim medis tidak tertolong. Y sempat dirawat di RS Polri (hingga Senin) tapi tuhan berkehendak lain,” ujar Dedi di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/3).

Setelah dilakukan pemeriksaan luar dan dalam di RS Polri Sukanto, ditemukan organ-organ dalam Y mengalami keadaan korosif akibat terkena asam klorida atau HCL kadar 8,5 persen.

Dugaan sementara, Khodijah bunuh diri dengan meminum cairan kimia yang saat ini belum diketahui berasal darimana.

“Keinginan itu sangat besar untuk menjadi mujahid. Yang bersangkutan memang bunuh diri karena memang tidak bisa melawan,” tegas Dedi.

Y alias Khodijah berhasil ditangkap pada 14 Maret 2019. Y sendiri sebenarnya telah memiliki suami. Namun dia meninggalkan anak dan suami untuk bergabung ke kelompok Abu Hamzah.

Jenderal bintang satu itu menuturkan, terduga teroris perempuan lebih militan dibanding dengan pria.

Sebelumnya hal ini ditunjukkan oleh Solimah, istri dari Abu Hamzah yang melakukan bom bunuh diri di kediamannya. Padahal suaminya sendiri sudah membujuk untuk menyerahkan diri kepada Densus 88 Anti-teror.

Y merupakan satu jaringan dengan terduga teroris yang ditangkap di Lampung, Sibolga serta Tanjung Balai.

Y bersama Abu Hamzah (Sibolga) dan Putra Syuhada (Lampung) berencana membuat bom mobil dengan sasaran kantor kepolisian di Sibolga.

Nyatanya, Khodijah dan Abu Hamzah sudah menyiapkan bom mobil yang akan menyasar aparat. Khodijah sendiri sebagai penyandang dana dan pelaku amaliah nantinya.

Baik Y, mau pun R alias Syuhama yang ditangkap di Tanjung Balai akan dinikahi oleh Abu Hamzah. Setelah diperistri, dua perempuan itu berencana menjadi mujahid dan melakukan amaliah. (Dian/K/JP/Div.Humas/Red)

Loading...