oleh

Begini Pengakuan Nain Korban Bom di Sibolga

Metro26.com, Sibolga – Sekujur dada dan perutnya masih dibalut perban, begitu juga kedua lengannya. Pipi sebelah kanannya juga tampak ditutup dengan perban tersebut.

Ia adalah Zulkarnain atau yang biasa dipanggil Nain, yang menjadi salah satu korban ledakan bom milik Abu Hamzah alias Husein pada Selasa 12 Maret 2019 lalu sekira pukul 14.30WIB.

Loading...

Pria berkulit sawo matang berusia diatas 40 tahunan ini masih terbaring di bangsal (Tempat tidur) di salah satu ruang rumah sakit di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

Dia belum bisa banyak bergerak. Sebab luka ditubuhnya begitu miris dan tragis. Dari foto-foto yang sempat dilihat oleh awak media seluruh punggung tubuhnya dipenuhi luka berupa lobang-lobang kecil. Diduga dari serpihan kaca pasir dampak dari ledakan bom tersebut. Demikian dada dan perutnya terlihat mengelupas dan luka.

Nain yang didatangi sejumlah wartawan bersama Humas Rumah Sakit Umum Ferdinand Lumbantobing (FL Tobing) Tigor P Tambunan ini pun menceritakan kisahnya bagaimana Ia sampai terkena ledakan bom tersebut.

Saat itu kata dia, Ia sedang berada di dalam rumahnya. Tiba-tiba salah seorang tetangganya datang memberitahukan kepadanya bahwa di rumah tetangga mereka, Amir Hamzah, terlihat ada banyak polisi. Jarak antara rumahnya dengan rumah keluarga Abu Hamzah hanya beberapa meter.

“Saya pun bergegas datang kesana untuk melihat apa yang terjadi,” ungkapnya dengan intonasi suara yang masih jelas terdengar, Kamis (14/3).

Saat disana lanjutnya, Ia melihat Kepala Lingkungan (Kepling) mereka sedang berupaya membuka pintu jendela rumah Abu Hamzah, tapi tidak bisa. Kemudian Ia diminta untuk mencoba membukanya bersama dengan seorang anggota polisi.

“Ketika saya coba membuka pintu jendela rumah tersebut, bom langsung meledak. Saya tidak tahu darimana asalnya. Saya hanya melihat banyak api dan asap hitam serta serpihan pasir,” ucapnya.

Ia akunya saat itu masih sadar. Hanya saja Ia melihat sekujur tubuhnya berdarah. Ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi menuju rumah sakit dengan menggunakan beca bermesin.

“Itu lah kejadiannya,” katanya.

Soal pasangan suami istri (Pasutri) terduga teroris Abu Hamza alias Husein alias Uppang dan Asnita (Meninggal dunia di dalam rumahnya setelah meledakkan dirinya bersama anak semata wayangnya), Nain mengatakan selama ini, Ia melihat keduanya biasa saja. Tidak ada tanda-tanda atau gelagat aneh dari keduanya.

“Aktivitas Abu Hamzah selama ini bagus, perbaiki lampu. Begitu juga istrinya biasa saja. Tidak ada tanda-tanda kalau keduanya melakukan aktivitas lain,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Ferdinand Lumbantobing (FL Tobing), Masrip Sarumpaet, mengatakan dari peristiwa yang mendapat perhatian dunia ini, selain dua kantong jenajah berisi serpihan tubuh, pihaknya pada prinsipnya hanya menerima dua korban luka dari dampak ledakan bom di gang Sekuntum pada Selasa (12/3). Satu orang petugas polisi dan satu orang lainnya warga sipil.

“Setelah mendapatkan perawatan, satu orang diantaranya yakni petugas kepolisian tersebut sudah pulang. Sementara satu orang lagi itu masih dirawat. Tapi sudah berangsur baik,” kata Masrip.(ril)