oleh

Temukan Mesin Jackpot, Walikota Sibolga Minta Nauli Game Segera Ditutup

Metro26.com, Saibolga – Usai melepas peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Sibolga Kota yang berlangsung di depan kantor Camat Sibolga Kota. Jum’at (8/3).

Wali Kota Sibolga, M Syarfi Hutauruk didampingi Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, Camat dan Lurah setempat menggerebek lokasi Nauli Game yang terletak di Jl Ahmad Yani, Kel Pasar Baru, Kec Sibolga Kota.

Loading...

Tindakan ini dilakukan berdasarkan bukti dan laporan dari berbagai pihak, jika lokasi ini diduga dijadikan sebagai tempat praktik perjudian dengan modus game ketangkasan.

Dilokasi Nauli Game, Wali Kota tampak geram. Pasalnya, dia menemukan beberapa peralatan seperti mesin Jackpot, mesin game tembak ikan. Sarana ini disinyalir digunakan untuk aktivitas perjudian ketangkasan.

Melihat kondisi ini, Syarfi kemudian meminta pihak pengelola Nauli Game untuk menunjukkan izin usaha yang dimiliki. Beberapa orang yang berada dilokasi itu terlihat panik melihat kedatangan rombongan wali Kota Sibolga.

“Siapa yang punya ini, mana izinnya, sampai jam berapa buka ini. Ini sudah banyak orang yang protes, bahkan sudah ada yang mau demo, ini suasana mau pemilu, saya minta jangan membuat kegaduhan, ini mesin judikan?” tanya wali kota kepada dua orang laki-laki di tempat itu.

Tak menunggu lama, seseorang yang mengaku sebagai pelaksanaan ditempat itu datang dan menunjukkan izin usaha Nauli Game.

Kepada awak media, Wali Kota Syarfi menerangkan bahwa izin usaha yang dimiliki Nauli Game adalah usaha arena permainan anak-anak atas nama pemilik Hotman Bastian Siregar. Namun, Wali Kota sangat menyayangkan izin yang diberikan bertolak belakang dengan keadaan sebenarnya.

“Nauli Game ini izinnya sudah mati, pemiliknya atas nama Hotman Bastian Siregar, orangnya bukan disini tapi di Siantar. Izin kemariannya untuk permainan anak-anak, tapi isinya ada tiga unit mesin Jackpot, mesin Jackpot ini untuk judi kan?,” sebut Wali Kota.

Kemudian lanjut Syarfi, didalam ruangan itu juga ada sebanyak 6 unit mainan judi yang lebih canggih dari Jackpot.

“Ada itu tiga lagi, tapi saya kurang hafal apa namanya itu, tapi ini semua mesin ketangkasan untuk Judi,” imbuhnya.

Dari itu, Wali Kota Sibolga meminta agar pengelola agar menghentikan aktivitas Nauli Game. Apabila diketahui masih tetap beroperasi, Syarfi bahkan tak segan-segan untuk mengangkut semua peralatan mesin di lokasi itu.

“Mesin yang ada kalau perlu dijual ke Medan sana, karena ini sudah meresahkan masyarakat Kota Sibolga, mengganggu perekonomian masyarakat, jadi saya minta ini ditutup, cari usaha yang lain saja, soal izin akan kita permudah.

Disinggung apakah ada pihak tertentu yang membekingi operasi Nauli Game itu. Syarfi mengatakan tidak gentar menghadapi seandainya ada pihak yang membekingi Nauli Game.

“Saya tidak menduga ada yang membekingi, tapi kalau seandainya ada, saya tidak ada masalah, siapun yang membekini saya hadapi demi kepentingan masyarakat,” tegasnya. (ril)