oleh

Nurmawati 20 Tahun Jalani Hidup Tanpa Aliran Listrik

Metro26.com, Sibolga – Indonesia telah merayakan ulang tahun yang ke-73 pada 17 Agustus 2018 yang lalu, namun masih ada saja masyarakat yang belum menikmati aliran listrik selama 20 tahun.

Hal ini nyata dan terjadi di Kota Sibolga, Warga Jalan Yos Sudarso, Lingkungan 1, Kelurahan Kota Beringin, Nurmawati Hutagalung (52) yang menjalani hidup selama 20 tahun tanpa adanya aliran listrik.

Nurmawati dalam kesehariannya bekerja sebagai penggali pasir di salah satu sungai di Kota Sibolga, sementara sang suami Ronal Sinaga (38) hanya bekerja serabutan, pasangan suami istri ini dikaruniai 2 orang anak.

Menurut pengakuan Nurmawati yang bekerja sebagai penggali pasir, penghasilannya tidak seberapa hanya mencapai 180-200 per 2 minggu, uang tersebut harus digunakan sehemat-hematnya untuk menyambung hidup dan biaya sekolah anak, terkadang air mata mengalir tanpa sengaja ketika sang anak meminta agar dirumah mereka dipasang listrik.

“ Aku hanya bisa menangis ketika anakku meminta agar listrik dipasang sementara uang tidak cukup,”katanya.

Dengan keterbatasan ekonomi, Nurmawati hanya bisa berdoa agar listrik dirumahnya segera terpasang, Hingga akhirnya Nurmawati bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 1 juta dan berharap dengan uang tersebut bisa memasukkan aliran listrik kerumahnya.

Baca Juga:  Curi Handphone, Pemuda ini Diamankan di Jalan Kenari Sibolga

Kendati sudah memiliki uang, Nurmawati bingung bagaimana caranya memasang listrik kerumahnya,hingga Nurmawati bertemu dengan Bripka Hadi Hamonangan Sitanggang Personil Polres Sibolga (Bhabinkamtibmas), Nurmawati pun  meminta bantuan agar Bripka Hadi ikut menemani ke PLN Cabang Sibolga.

“Pak Mister, temani dulu aku ke PLN, sudah ada duitku satu juta, sudah kutabung untuk memasang listrik dirumah kami, kasihan anakku sangat terganggu belajarnya karena tidak ada listrik dirumah kami,”katanya.

Mendengar keluhan Nurmawati Bripka hadi terlihat sedih, di kemajuan saat ini masih ada aja orang yang belum dapat aliran listik selama 20 tahun,”guman hadi.

Tanpa membuang waktu, Bripka Hadi pun langsung menemani ibu Nurmawati ke kantor PLN Sibolga. Namun upaya si ibu selama ini serasa sirna setelah mengetahui biaya pasang meteran listrik Rp. 1.419.000,- dan hanya ada daya 1300 Watt.

“Gak cukup uang kami pak” ucap si ibu sembari menuju pulang kerumah dengan meneteskan air mata mengingat permohonan anaknya yang selalu meminta agar memasukkan listrik kerumah mereka.

Baca Juga:  Kajari Sibolga : Penahanan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tinggal Menunggu Waktu

Bripka Hadi Sitanggang pun, tak kuasa melihat kesedihan Nurmawati, lalu menginformasikan melalui akun facebook miliknya, terkait keluhan si Ibu.

Akun Facebook Bripka Hadi Sitanggang

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=695486874178497&id=100011515726366

Tak butuh waktu lama, Bripka Hadi mendapatkan pesan inbox melalui messenger dari seorang sahabatnya, siap untuk membatu ibu Nurmawati. Hadi pun bergegas menuju rumah Nurmawati dan menjelaskan bahwa ada orang yang membantu biaya pemasangan listrik tersebut.

Nurmawati yang mendengar kabar tersebut, sangat terharu dan merasa malu dengan keadaan yang sedang mereka alami, “janganlah pak mister, malu aku minta -minta,”katanya kepada Hadi.

Menanggapi perkataan ibu tersebut, BripkaHadi mengatakan agar tidak harus malu dengan keadaan.

“Bu, doa ibu sudah terjawab, mari kita ke PLN membuat permohonan pemesanan listrik ibu,”ajak Bripka Hadi.

Melalui pantauan awak media, Nurmawati di dampingi suami dan anaknya sangat terharu atas bantuan dan pengorbanan yang sudah dilakukan Bribka Hadi Sitanggang, akhirnya keinginan anaknya terpenuhi, hanya tinggal menunggu hari proses pemasangan.(riz)