oleh

AMPUH Desak Kejagung Copot Kejari Sibolga

Metro26.com, Sibolga – Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (Ampuh) Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejari Sibolga. Rabu (6/1).

Loading...

Mereka mendesak Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk segera mencopot Timbul Pasaribu dari jabatannya sebagai kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga.

Irwansyah Daulay selaku penanggung jawab aksi dalam orasinya menyampaikan Timbul Pasaribu gagal memimpin lembaga itu. sebab, berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan baik dari masyarakat, LSM dan Wartawan hingga kini penanganannya tidak tuntas.

0

“Ada sebelas kasus soal penyelewengan Anggaran Dana Desa di Tapteng serta tujuh Camat yang telah kami laporkan, tapi sampai saat ini tidak ada hasilnya. Kajari hanya Pemberi Harapan Palsu,” teriak Irwansyah Daulay didampingi Kordinator Aksi Herbert Sitohang dan Kordinator Massa Raju Firmanda Hutagalung.

Lanjutnya, pada tahun 2017 lalu, pihaknya juga telah melaporkan soal dugaan korupsi APBD Tapteng T.A 2014 dan 2015 pada Dinas Kelautan. Namun, proses hukum terhadap kasus ini juga tidak tuntas.

“Selain itu, juga ada beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi yang kami laporkan seperti penggunaan APBD T.A 2015 dan 2016 oleh kepala BKKBN Tapteng, kasus Dana pembangunan Kantor Dinas Pertanian Tapteng, kasus pemulangan dana pegawai T.A 2012 dan 2013 sebesar ± Rp 7 miliar di Dinas PPKAD, kasus korupsi kelebihan pembayaran proyek yang tidak dikembalikan ke Kas daerah PU Tapteng T.A 2012 dan 2013 sebesar Rp 1 miliyar, Dana proyek pemasangan Caiso Tegak sebesar Rp.450 juta yang merugikan Negara sebesar Rp 138 juta T.A 2012 di dinas PU Tapteng, semua kasus ini tidak tuntas sejak Timbul Pasaribu sebagai Kejari Sibolga,” ungkapnya.

Dikatakan Irwansyah, masyarakat pesimis penegakan hukum dapat berlaku adil dan berjalan sesuai aturan apabila Kejaksaan Negeri Sibolga masih dipimpin oleh Timbul Pasaribu. Sebab hal itu terbukti dari berbagai kasus yang dilaporkan penanganannya masih tebang pilih.

Dalam aksi tersebut, massa AMPUH juga mendesak, Jaksa Agung Muda Pengawas (JAMWAS) Kejaksaan Agung RI dan pihak Kejaksaan Tinggi Sumut untuk segera mengusut transaksional dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh Timbul Pasaribu terhadap tuntutan kasus judi Bandar Togel yang divonis hukuman 1 bulan 15 hari penjara. Padahal pada pasal 303 ayat 1 KUHP vonis kasus itu harusnya 10 tahun penjara.

“Selama Timbul Pasaribu menjabat sebagai Kajari Sibolga, tidak ada prestasi yang membanggakan atas kinerjanya. Kami meminta supaya Pusat Pelaporan dan Aliansi Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki rekening pribadi Timbul Pasaribu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Intel Kajari Sibolga Ahmad Arif mengatakan akan menyampaikan tuntutan yang disampaikan massa pendemo kepada Kejari Sibolga.

“Pak Kajari sedang ada kegiatan luar, ini akan kami sampaikan kepada beliau,” ucapnya.

Amatan awak media usai menyampaikan aspirasi, massa AMPUH kemudian memberikan sebuah kotak berbentuk peti mati kepada pihak Kejaksaan Negeri Sibolga hal ini melambangkan matinya penegakan hukum di kajaksaan Negeri Sibolga.(ril)

Loading...