oleh

Ahok Bebas Besok 24 Januari 2019

Metro26.com,Jakarta – Ahok Bebas,Djarot Saiful Hidayat Ketua DPP PDI-Perjuangan mengunjungi terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama di Mako Brimob menjelang hari kebebasannya.Terakhir, dia datang pada Minggu (20/1/2019).

Menurut Djarot, Ahok lebih membutuhkan banyak dukungan menjelang bebas pada 24 Januari nanti.

Loading...

“Justru menjelang dia keluar itu saya lebih sering bertemu beliau. Ke sana hanya untuk bisa sharing macam-macam karena bagaimana pun juga ya butuh penguatan,” ujar Djarot di kawasan Kemang, Selasa (22/1/2019) dikutip dari tribunmedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun bercerita tentang kunjungan paling akhir ke Mako Brimob. Ahok menyampaikan mengenai dirinya yang begitu sibuk sebelum di penjara.

Sebagai gubernur DKI Jakarta, Ahok menjalankan aktivitas ke berbagai tempat di Jakarta. Namun begitu ditahan, Ahok bercerita dirinya terkurung.

“Bahkan menginjak aspal pun dia belum pernah lagi,” ujar Djarot.Djarot pun memahani situasi yang dialami Ahok membuatnya lebih membutuhkan dukungan.

Meski demikian, Djarot mengatakan Ahok bukannya takut terjun lagi ke lingkungan masyarakat.”Dia sudah siap secara fisik, juga batin, sudah siap untuk bisa bertemu (orang-orang),” ujar dia.

Aktivitas hingga menjelang bebas Djarot menceritakan aktivitas apa yang dilakukan Ahok sampai menjelang hari kebebasannya.

Hal umum yang sudah banyak diketahui adalah aktivitas Ahok yang rajin berolahraga dan membaca. Ahok juga masih membalas surat-surat yang ditujukan untuk dia.

“Dia juga menulis buku. Dia menargetkan setiap hari paling tidak 2 sampai 3 lembar harus selesai dia tulis di atas kertas A4. Dia tulis tangan kemudian dikumpulkan,” ujar Djarot.

Pada hari-hari terakhirnya ini, Ahok sendiri sebenarnya sudah tidak ingin dijenguk. Hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja yang bisa mengunjunginya.

Minta diberikan kebebasan, Setelah 24 Januari nanti, Djarot berharap Ahok bisa mendapatkan kebebasan sesungguhnya.

Artinya, hidupnya tidak diganggu lagi oleh orang-orang yang membencinya.Djarot mengatakan Ahok sudah menjalani hukumannya.

Dia bahkan menolak bebas bersyarat karena ingin menyelesaikan hukumannya dengan maksimal.Setelah ini, Ahok ingin bisa menikmati hidupnya.

“Jadi sekarang karena dia sudah memenuhi kewajibannya, tolong dong berikan hak yang sama seperti kalian semua sebagai warga negara Indonesia,” ujar Djarot.

“Hak untuk bisa menikmati hidup, hak untuk bekerja, hak berumah tangga yang sesuai dengan ideologi Pancasila dan dijamin konstitusi. Jadi enggak usah heboh gitu lho,” tambah dia.

Menurutnya permintaan ini harus ditekankan.

Sebab selama ini apapun yang dilakukan Ahok selalu menimbulkan pro dan kontra. Setelah bebas nanti, kata Djarot, Ahok sudah mempunyai rencana-rencana.

Rencana yang paling sering disampaikan Ahok adalah berlibur.Djarot pun teringat bahwa ketika menjabat sebagai gubernur, Ahok memang tidak pernah liburan kemana-mana.

“Sekarang dia bilang mau istirahat, liburan. Mau ke Belitung dan mau lihat bunga sakura di Jepang,” kata dia.

Djarot mengatakan Ahok tidak mau berkomentar soal DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

“Dia tidak mau mengomentari sedikit pun tentang DKI Jakarta. Kan sudah ada Pak Anies,” ujar Djarot

Meskipun demikian, Ahok sedikit banyak tahu mengenai perkembangan kebijakan di DKI Jakarta.Ahok mengetahuinya dari cerita-cerita orang yang menjenguknya.

Jika sedang bersama Ahok, Djarot mengaku sering membahas dinamika politik di Tanah Air.Selain itu juga membahas soal keluarga masing-masing.

“Tetapi kan tahu sendiri Pak Ahok seperti apa. Suka bercerita. Jadi kalau di sana ya kebanyakan kita mendengarkan cerita Pak Ahok,” kata dia.

Adapun Ahok akan bebas pada 24 Januari 2019.Dia sebelumnya divonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama.

Ahok ditahan sejak vonis dibacakan pada 9 Mei 2017. Ia tiga kali mendapat remisi hukuman, yakni 15 hari pada Natal 2017, 2 bulan pada Agustus 2018, dan 1 bulan saat Natal 2018.

 

Sumber : Tribunmedan

Loading...