oleh

Jokowi Bertemu Seniman dan Budayawan di Istana

Metro26.com | Jakarta – Presiden Jokowi bertemu perwakilan seniman dan budayawan. Pertemuan dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta pukul 16.00 WIB.

Saat memberikan sambutan, Jokowi mengungkapkan bahwa dia yang meminta seniman dan budayawan untuk bertemu. Jokowi ingin berdiskusi dan meminta masukan soal strategi kebudayaan dikutip dari merdeka.com.

Loading...

“Saya ingin mendengar, berdiskusi, dan mendapatkan masukan-masukan mengenai kemarin yang disampaikan kepada saya soal strategi kebudayaan sebagai sebuah arah umum untuk kemajuan kebudayaan 20 tahun yang akan datang,” ucapnya, Selasa (11/12).

Seniman, Edi Sedyawati, yang hadir dalam pertemuan mengatakan pemerintah perlu memberikan perhatian pada perkembangan kesenian dan kebudayaan di Tanah Air. Menurut dia, selama ini pemerintah kurang memfasilitasi dan mengembangkan kesenian, terutama seni suara dan musik.

“Bapak Presiden, saya kira kita memang sama-sama bangga ya mempunyai banyak sekali varian ungkapan budaya di dalam bangsa kita. Tapi mungkin satu hal yang agak kurang difasilitasi, dikembangkan kesempatan untuk anak-anak muda untuk mengenali betul apa sih di balik konsep-konsep yang mungkin diperdengar itu,” jelasnya.

Baca Juga:  Alamak! 6 Bocah SD diduga lakukan pelecehan seksual terhadap anak perempuan berusia 8 tahun

Wanita kelahiran Malang, 23 Oktober 1938, ini berharap ke depan pemerintah ikut mendorong menampilkan keanekaragaman seni dan budaya.

“Saya kira baik yang berupa suara, gerak, kiranya kita masih perlu mengadakan tayangan-tayangan atau ungkapan-ungkapan contoh. Supaya anak-anak ngerti dan dihayati. Supaya kita nggk cuma ngomong doang,” pungkasnya.

Pertemuan Jokowi ini dihadiri 37 seniman dan budayawan. Mereka di antaranya penyair M. Aan Mansyur, pegiat tradisi kesepuhan Abah Asep Nugraha, produser film berbasis budaya Abdul Azis, pegiat suku osing Aekanu Haryono, praktisi film Alex Sihar. Ada juga sejarawan, Bonie Triyana, penggerak sekolah rimba, Butet Manurung, penyair, Goenawan Muhamad, pegiat musik, Jaya Suprana, dan pegiat literasi budaya, Nirwan Arsuka.(M)

 

Komentar

News Feed